Sampah pembalut sebanyak ini tidak bisa terurai dengan cepat, paling tidak perlu waktu 20-35 tahun. [2] Terbayang kan, Mah, sebanyak apa sampah pembalut yang menumpuk dan tidak hancur setiap bulannya?
Apakah Mamah tahu ada alternatif lain untuk menampung darah menstruasi yang tidak terlalu mencemari lingkungan? Ada banyak pilihan ya, Mah, mulai dari pembalut yang bisa dicuci, celana dalam untuk menstruasi, hingga cawan menstruasi. Nah, saya akan cerita sekilas tentang cawan menstruasi yang sudah saya pakai selama setengah tahun terakhir.
Apa itu Cawan Menstruasi?
Cawan menstruasi adalah alat yang terbuat dari silikon standar medis yang dimasukkan ke dalam lubang kewanitaan untuk menampung darah menstruasi. Bentuk cawan menstruasi ada dua macam: bentuk bel dan bentuk mangkok.
![]() |
| Paling kiri: cawan berbentuk bel; paling kanan: cawan berbentuk mangkok |
Bagaimana Cara Pakainya?
Cawan menstruasi dilipat dan dimasukkan ke lubang kewanitaan saat siklus menstruasi. Secara teknis, cara pakai cawan menstruasi berbentuk bel dan berbentuk mangkok cukup berbeda. Cawan menstruasi yang saya gunakan berbentuk mangkok. Berikut ini cara memasukkannya setelah melakukan berbagai percobaan:
1. Duduk di lantai kamar mandi/bathub dengan posisi berikut
2. Pegang cawan menstruasi seperti pada gambar di atas, lalu pencet di antara empat jari dan telunjuk sehingga cawan menstruasi tampak memanjang
3. Masukkan secara perlahan ke dalam lubang tempat darah menstruasi keluar. Atur nafas supaya tidak tegang. Pastikan cawan masih dalam keadaan terlipat
4. Dorong terus cawan menstruasi hingga mentok, lalu dorong bagian cawan menstruasi yang bisa disentuh, ke arah atas (perut) hingga terasa tersangkut pada tulang kemaluan
5. Pastikan tidak ada darah yang bocor.
Penilaian Jujur Terhadap Cawan Menstruasi
Saya menyesal, kenapa baru sekarang saya beralih ke cawan menstruasi! Memang, cara memakainya cukup sulit, diperlukan latihan beberapa bulan sampai klik, mendapat teknik terbaik untuk memasangnya. Namun, setelah menggunakan cawan menstruasi, saya merasa lega karena tidak lagi berkontribusi terhadap sampah pembalut sekali pakai.
Selain alasan menjaga lingkungan, daerah kewanitaan saya juga terasa kering dan terbebas dari iritasi akibat pembalut berbahan plastik. Cawan menstruasi ini bisa dipakai hingga 10 tahun lamanya asalkan dirawat dengan baik: selalu cuci bersih setelah pemakaian dan disterilisasi setiap akhir siklus haid (direbus di air mendidih selama 5 menit).
Secara harga, cawan menstruasi memang lebih mahal hingga enam kali lipat dari satu bungkus pembalut sekali pakai yang berisi 20 pembalut. Kita hitung lagi, satu kali beli cawan menstruasi bisa dipakai hingga 10 tahun. Berarti kita bisa menghemat biaya pembalut selama 10 tahun hanya dengan membeli cawan menstruasi seharga 6 bungkus pembalut. Hemat sekali, ya?
Dengan mempertimbangkan semua keuntungan ini, apakah Mamah tertarik mencoba cawan menstruasi juga?
Sumber
[1] https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2962712/tiap-bulan-perempuan-indonesia-habiskan-1-4-miliar-pembalut
[2] https://jatengprov.go.id/beritaopd/sampah-diapers-dan-pembalut-wanita-pun-bisa-jadi-media-tanam/




Posting Komentar
Posting Komentar