Ilma Hidayati Purnomo

Aku Tak Biasa

Posting Komentar
Bila kau tiada di sisiku
Aku tak biasa bila ku
Tak mendengar suaramu

Satu minggu ini sungguh dipenuhi hal-hal yang membuatku ingin bernyanyi dengan suara lantang dan fals "aku tak biasa!"


Aku Tak Biasa, Bila Kau Duduk di Jempolku 

Sabtu, 9 Mei 2026

Seperti malam-malam biasanya sejak kami pindah rumah, suami lagi mengatur perabot rumah tangga. Malam itu, suami lagi mengecek perkabelan di sekitar TV. Dia sedang berjongkok dan aku berdiri tepat di belakangnya. Lututku menempel ke punggungnya. Aku lagi memperhatikan, apa yang suamiku sedang lakukan.

Tiba-tiba saja, suamiku memutuskan mendaratkan pantatnya ke lantai. Tanpa respons, aku tidak memindahkan kakiku. Kedudukan orang yang BMI-nya (body mass index) 18-an tidak akan menimbulkan cedera, pikirku.

Krek!
Suara itu pelan tapi pasti. Sangat jelas menandakan ada yang rusak dan patah. Aku baru sadar, jari-jari kaki kananku tegang saat kedudukan suamiku. Suara itu berasal dari sana.

Kuperhatikan jempol kaki kananku yang sudah mengirim sinyal nyeri ke otak. Kukunya patah. Darah perlahan merembes dari sela-sela kuku dan daging. Suamiku meringis ngeri.

Aku Tak Biasa, Bila Ku Naik di Mobilmu

Selasa, 12 Mei 2026

Jam 8:00: siapin sarapan anak, bekal sekolah, dan bekal suami
Jam 9:00: anterin anak ke sekolah
Jam 9:50: anterin suami ke kantor
Jam 10:20: sampai di tempat service mobil

Sebagai bagian dari pelayanan service, aku dipesankan Uber gratis. Hari itu aku dan anak keduaku naik Tesla Model 3 putih yang disupiri laki-laki dengan nama khas Rusia.

Begitu aku duduk di kursi belakang, wush... bau rokok menyergap hidung. Kulihat anakku masih duduk dengan tenang. Jadi, aku gunakan waktu dua puluh menit duduk di mobil sambil melihat isi mobil Tesla.

Joknya nggak empuk. Bahan interiornya plastik semua. Warna atap kacanya aneh, jadi ungu gelap. Mana suara roda menggesek jalan (road noise) berisik banget. Beruntung mobilnya bersih.

Setelah puas men-judge mobil ini, kepalaku terasa berputar. Isi perutku juga ikutan bergolak. Aku tenangkan diriku dan menarik napas panjang. Berharap aku cepat sampai tujuan.

Aku minta diturunkan di apartemen lamaku karena aku harus ambil mobil satunya. Aku langsung tanya ke anakku, "Enakan naik Tesla tadi atau mobil sendiri?" Dia jawab enak naik mobil sendiri soalnya Tesla tadi smells disgusting.

Aku Tak Biasa, Bila Kau Tidak Mau Nyala

Aku berjalan menuju mobilku yang sudah terparkir tiga mingguan tanpa pernah di-starter. Baru aku pencet tombol remot untuk membuka kunci, tidak ada respon sama sekali. Akinya mati total.

Aku memutuskan untuk masuk ke kamar apartemen. Pas jalan di turunan yang cukup terjal, anakku berlari, terjatuh, lutut menggesek aspal, mau nangis.

Tentu saja tidak aku ucapkan, "Cup-cup jangan nangis". Justru aku bilang, "I told you, do not run!!"

Sambil manyun, anakku kugandeng jalan ke apartemen. Di antara barang-barang yang berserakan di lantai (karena belum diangkut ke rumah baru), aku menemukan battery pack. Benda ini berfungsi untuk menge-charge aki. Sayangnya, level baterainya juga low.
Ada kabel merah dan hitam dari battery pack ini, tinggal dihubungkan ke kutub positif dan negatif dari aki di mobil. Sumber: Youtube

Kucoba saja colokin ke tembok, aku charge. Sambil cek Google, ternyata charging battery pack kayak begini sampai penuh butuh waktu 36 jam. Yakali, aku nunggu 1,5 hari di apartemen yang nyaris kosong ini.

Kucabut saja charger-nya. Aku bawa ke mobil. Kucoba hubungkan ke aki mobil. Tentu saja tidak mau menyala.

Tengok kanan dan kiri, ada laki-laki tinggi, besar, dan berkulit hitam sedang membuang sampah. Aku coba kontak mata dulu. Dia menyapa, "Hello." Langsung saja kutodong minta tolong.

Bersyukur, aku bertemu Lavonte. Dia cekin kondisi aki mobilku. Bantu bukain pintu bagasi mobilku dari dalem (soalnya satu-satunya pintu yang bisa dibuka tanpa remot hanya pintu supir) buat ngambil kabel jumper. Dia bawa mobilnya ke depan mobilku dan melakukan jump start.

Berhubung aki mobilku mati, bener-bener dead, coba starter satu, dua, tiga kali tidak langsung membuat mesinnya menyala. Coba starter, tidak menyala, tunggu beberapa menit, Lavonte injak gas mobilnya, coba starter lagi. Mungkin lima kali percobaan baru akhirnya menyala.

Lavonte mengingatkanku untuk tidak mematikan mesin mobilku untuk sementara. Dia bahkan kasih aku nomor hp-nya kalau-kalau aki mobilku mati lagi biar dia bisa bantu.

Aku Tak Biasa, Bila Kau BAB di Jalan

Jumat, 15 Mei 2026

Sore itu, pulang dari kantor, suamiku langsung ajak aku keluar buat melakukan transaksi dengan penjual dari Facebook Marketplace. Saking buru-burunya, aku asal ambil jilbab bergo yang terletak di atas rak kecil dan menutupi jilbab dengan hoodie. Pasalnya, saat itu, rintik hujan sedang membasahi kotaku.

Aku berkendara mengikuti petunjuk Google Maps. Sekitar 15 menit berkendara, aku hampir sampai di tempat tujuan. Aku tinggal belok kanan, masuk ke "gang" perumahan. Sesaat sebelum aku masuk ke gang, aku melihat benda hitam, besar, dan diam berada di tengah gang. Setelah injak pedal rem, aku baru sadar, benda itu adalah beruang!

Shock banget liat beruang hitam lagi jalan-jalan dengan santai di daerah perumahan. Pertama kalinya selama tinggal di Amerika, aku lihat beruang berkeliaran. Mana beruang ini lagi BAB (buang air besar) di tengah jalan *tepok jidat*


Memang sih, sejak pengumuman Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan ini keluar, aku jadi mikirin, pingin ada "hari biasa yang tak biasa". Tapi, kalau kejadiannya kayak di atas, jujur, sungguh... 🎶 aaku tak biaaasaaaa 🎶


Ilma
Ibu rumah tangga yang kadang belajar hal baru, menulis, memasak, atau ngajar anak. Saat ini tinggal di Amerika Serikat.

Related Posts

Posting Komentar