Ilma Hidayati Purnomo

911

Posting Komentar
Jumat dua minggu lalu, jadwalku kontrol ke klinik jam 12 siang. Aku pikir, hari itu akan menjadi hari biasa saja. Ternyata aku menyaksikan hal-hal menegangkan!

Jam 8:45 am. Aku baru bisa menghela napas agak lega setelah grubak-grubuk bangunin anak pertama, ngasih makan, nyuruh mandi, siapin bekel, dan melepasnya pergi jalan kaki ke bus stop tempat bus sekolah menjemput.

Lanjut, aku ganti baju pergi, pakai skin care dan make up, lalu siapin barang kebutuhan anak kedua yang belum sekolah dan akan aku titipkan ke suami selama beliau kerja.

Demikianlah situasi keluarga kami sejak tinggal di kota yang baru. Tidak ada keluarga dan teman cukup dekat yang bisa dititipi anak. Setiap aku punya jadwal periksa ke dokter, aku titip anak keduaku supaya dibawa suamiku ke kantor.

Sebetulnya bisa saja anak keduaku kubawa, kalau periksa sesuatu yang general. Kalau periksa hal yang sensitif, tentu aku tidak bisa membawanya. Soalnya, dia kan paham aku ngomong apa sama dokternya 😅

Supaya anak keduaku tidak bosan selama duduk di kursi kantor, aku bawakan mainan, buah-buahan, dan buku. Dia jadi bawa ransel kayak mau sekolah wkwkwk

Jam 9:10 aku sudah sampai di kantor suami. Suami dan anakku naik ke lantai 4, sedangkan aku di lantai 1 karena mendadak ada panggilan alam! 

Beres dengan urusan perut, aku kembali ke mobil. Niatnya, aku mau pergi ke grocery store, ngecharge mobil, lalu pergi ke klinik. Ealah, perutku berulah lagi. Larilah aku ke kamar mandi. 

Tau-tau waktu sudah hampir menunjukkan jam sepuluh. Aku ambil ponselku dan membuka aplikasi peta. Aku mulai navigasi ke sebuah grocery store yang bakal aku tempuh dalam 12 menit berkendara mobil. 

Sesampainya di grocery store, aku turun dari mobil. Kepalaku terasa "ringan" seperti mau terbang. Ditambah lagi pandangan mataku agak kabur. Aku ingin segera menuntaskan urusanku di toko lalu menuju charging station. 

Di toko, aku menelusuri rak-rak mencari larutan elektrolit. Gejala lightheaded dan blurry vision yang aku alami mungkin disebabkan kondisi tubuhku yang dehidrasi, begitulah penuturan perawat klinik yang aku telpon tempo hari. 

Setelah menemukan sebotol larutan elektrolit, aku pergi menuju rak make up. Pasalnya, semua make up-ku sudah dikirim ke rumah baru! Terus suamiku protes karena mukaku keliatan lecek pas keluar rumah wkwkwk. 

Cukup lama aku berdiri dan berpikir di depan rak make up. Aku sampai harus buka direktori foto dan tulisan lama buat memastikan aku tidak salah beli warna foundation dan lipstik.

Sekitar setengah jam aku habiskan untuk memilih kedua item itu lalu aku berjalan menuju kasir. Betapa kagetnya aku melihat beberapa paramedis berlarian di dekat pintu masuk! 

Sejumlah orang yang sedang berbelanja mendadak diam mematung mengamati kejadian yang terjadi. Sepertinya ada orang yang pingsan. Pasalnya, dua orang paramedik mendorong kasur beroda masuk ke dalam grocery store. 

Aku gak berani lihat siapa orang malang yang tergeletak tak berdaya di lantai toko. Soalnya aku sendiri dalam kondisi yang tidak fit. Pandangan kabur dan kepala seperti di awang-awang. Senggol dikit, ambruk! 

Pikiranku mulai horor. Mulutku komat-kamit "Plis jangan pingsan. Plis jangan pingsan. Plis jangan pingsan," aku bisikkan berulang-ulang. 

Sebenernya seumur hidup aku belum pernah pingsan. Hanya saja, seminggu sebelumnya aku baru mendapatkan tindakan medis yang memerlukan aku untuk pingsan. Aku khawatir badanku masih terpengaruh obat-obatan. 

Beres bayar di kasir, aku berjalan menuju parkiran. Aku terkesima melihat banyaknya kendaraan darurat yang terparkir di sini. Satu kali saja seseorang memanggil nomor 911, 1 damkar dan 3 ambulans terparkir di pelataran.

Aku duduk di dalam mobil sambil menghela napas lega. Syukurlah, aku gak pingsan. Buru-buru aku teguk larutan elektrolit supaya merasa baikan. Lalu aku segera bergerak menuju charging station. 

Setelah berhasil mencolokkan kabel charger ke mobil, aku baru sadar. Waktu sudah menunjukkan jam 11:20! Waduh, butuh waktu 30 menit untuk charging mobil dan 10 menit berkendara ke klinik. Perasaanku agak harap-harap cemas, semoga waktunya pas. 

Situasi yang aku alami ini memang nggak ideal. Badan sedang tidak fit tapi aku tetap menyetir mobil, modal nekat. Apa boleh buat, suamiku tetap harus kerja dan menghadiri meeting penting. Tidak ada orang yang bisa aku minta tolong untuk mengantarku ke klinik :)

Pandanganku yang kabur ini sebetulnya nggak parah. Aku masih bisa lihat rambu jalan yang berukuran besar dan mobil dengan jelas. Kalau harus pakai kacamata, mungkin setara minus 0,5 lah (aku coba pakai kacamata lama milik anak pertamaku yang ukurannya sekitar -0,5. Kacamata itu sangat pas mengoreksi pandanganku. Tapi aku takut jadi pusing kalau pakai kelamaan karena aku gak pernah pakai kacamata). 

Tepat jam 11:50 aku berhentikan charging. Segera aku berkendara menuju klinik. Hingga tinggal dua perempatan terakhir, perjalananku harus terhenti sementara karena ada mobil yang tertabrak! 

Sebuah mobil sedan warna hitam terparkir di pinggi jalan dengan separuh bagian belakangnya ringsek. Alamak, apalagi lah yang harus kusaksikan ini? Alhasil, semua pengendara di perempatan itu harus berhenti karena ada mobil polisi dan damkar yang baru berdatangan ke lokasi kejadian. 

Aku yang terjebak di perempatan jadi berzikir, "Semoga aku selamat di jalan. Gak ngalamin kejadian kayak sedan itu, plis. Serem banget huhu"

Untuk kedua kalinya, aku menonton secara live tim paramedis menghampiri seseorang dalam keadaan darurat. Kali ini, seorang paramedis memastikan pengendara sedan hitam itu baik-baik saja. 

Saat melihat jam di layar mobil, buru-buru aku menelpon klinik. Aku jelaskan bahwa posisiku sudah sangat dekat dengan klinik, tinggal dua perempatan lagi, tapi ada kecelakaan! 

Lima menit tertahan di perempatan, akhirnya mobilku bisa melaju lagi. Sesampainya di klinik, seorang perawat menyapaku, "Aha, you made it!"

Yeah, I made it through this random day when I saw 911 called twice! It only happened once in 2420 days I live in the US! 



Ilma
Ibu rumah tangga yang kadang belajar hal baru, menulis, memasak, atau ngajar anak. Saat ini tinggal di Amerika Serikat.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar