Ilma Hidayati Purnomo

Masih Tentang Kacamata

Posting Komentar

Pagi ini aku habis anter anak pertamaku untuk cek up tahunan di dokter anak. Pas aku lagiliatin anak-anakku yang asyik main di dalam ruang pemeriksaan, aku tersenyum. Aku bersyukur, anak-anakku jaraaang banget sakit. Paling cuma batuk pilek yang sembuh sendiri dalam seminggu. 

Berbeda denganku dulu yang waktu usia sekolah hobi banget ke rumah sakit. Pernah tipus lah. Bronkitis lah. Sakit batuk pilek sampai berbulan-bulan. Harus terapi buat ngeluarin dahak (punggung disinar dan ditepok-tepok, plus menghirup uap). Aku gak tau, seberapa sering aku gak masuk sekolah gara-gara itu.

Jadwal anak-anakku ke dokter tiap tahunnya bisa dihitung jari. Satu kali ke klinik anak untuk cek tahunan. Dua kali ke dokter gigi untuk cek 6 bulanan. Ditambah anak pertamaku yang harus cek ke dokter mata juga. Awalnya setahun sekali. Makin ke sini jadi setahun dua kali. Tiap cek ke dokter apapun juga hampir selalu gak ada keluhan

Dibanding anak pertama, anak kedua bisa dibilang sehat paripurna. Kapan, ya dia pernah aku bawa ke rumah sakit karena sakit? Mungkin cuma 1 atau 2 kali seumur hidupnya hingga usianya 6 tahun. Pernah minum obat juga cuma 1 atau 2 kali. Allahumma baarik, mudah-mudahan sehat selalu selamanya.

Sedangkan anak pertama ini dapat kombinasi masalah fisikku + suami: kulit kering, BAB-nya kurang rajin, gigi berlobang (walaupun sekarang udah jarang), gigi terlalu besar dan berantakan, dan minus mata yang cepet banget nambahnya. Jadi, kalau adiknya ke klinik cuma 3 kali setahun tanpa keluhan, kakaknya bisa 6 kali setahun, lah. Tetep aja, ini masih bagus banget dibanding aku dulu yang 2 kali seminggu ke RS buat terapi.

Anak pertamaku emang udah pakai kacamata sejak dia usia 4 tahun. Itu pun ketahuan gara-gara waktu daftar sekolah, ada persyaratan hasil cek mata. Usia 5 sampai 7 tahun dicek 1 tahun sekali dan selalu ganti kacamata, karena minusnya nambah.

Tahun lalu, dicek ternyata pertambahannya cepat. Anakku disuruh balik lagi ke klinik mata Februari 2026. Minusnya nambah 1 dalam waktu 6 bulan. Sekarang, dia minus 1,25 sama 1,5 plus silindris. Waktu itu udah disarankan pakai treatment tetes mata untuk memperlambat pertambahan minusnya. Kami tunda dulu karena treatmentnya lumayan mahal, $1000 sendiri.

Awal Oktober kemarin ada vision screening di sekolah. Ternyata anak pertamaku gak lolos di screening itu padahal dia udah pakai kacamata. Katanya sih, pas screening, dia diminta ngeliat ke suatu alat gitu. Jadi, diukur dengan komputer.

Mulanya aku sama suami cuma cek di rumah aja, separah apa kaburnya. Kata suami, kayaknya masih gak papa deh, masih bisa liat papan tulis. Emang anaknya bilang, kalau pakai kacamata ditumpuk pakai kacamataku jadi jelas (berarti minus 2 harusnya ya?)

Pas hari ini ke dokter anak, dites penglihatan lagi. Anak pertamaku diminta baca huruf-huruf di tembok yang jaraknya 4 meteran lah. Ternyata anakku cuma bisa baca 3 baris paling atas (berarti tiga baris huruf dengan ukuran besar). Gak bisa baca yang lebih kecil dari itu.

Aku kan berdiri di sebelahnya, tanpa kacamata pun, aku bisa lihat huruf yang kecil meskipun kabur. Soalnya ruangannya terang. Lah, kalau seterang itu aja dia gak bisa lihat (padahal pakai kacamata), berarti emang minusnya udah nambah lagi.

Pulang dari klinik, aku langsung telpon klinik mata. Mereka bilang, anakku udah pernah full eye exam di tahun ini. Asuransi cuma mengcover 1 kali exam pertahun. Kalau dalam rentang 6 bulan mau eye exam lagi, harus bayar $75. Kalau lebih dari 6 bulan, berarti harus bayar $200. Ya Allah, mahal amat, ya.

Aku bilang kan, anak aku tuh harus cek mata lagi karena dirujuk sama petugas yang melakukan vision screening di sekolah. Staf di klinik bilang, coba telpon ke asuransinya (namanya VSP). Bilang kalau tidak lolos vision screning di sekolah. Mungkin bisa di cover.

Telpon lah aku ke VSP. Customer center di VSP bilang, nggak bisa di cover. Kan cuma 1x eye exam pertahun di grup asuransiku. Nah, tapi aku diminta telpon ke Guardian Life (ini yang mengatur benefit asuransi dari kantor. Termasuk di dalamnya asuransi gigi, kecelakaan, dan vision). Aku diminta nanya soal "early exam". Jadi kayak minta dapat pemeriksaan gratis sebelum ganti siklus tahunan asuransinya (kan mulainya tiap 1 Januari.

Lanjut telpon lagi ke nomor lain hahah. Urusan asuransi mah pasti kayak gini. Lempar ke pihak lain aja terus. Mana setiap nelpon pasti ada waktu tunggu minimal 5 menit. Gak papa, diusahain dengan sabar aja.

Telpon lah aku ke Guardian Health. Aku ceritain dari awal sampai akhir. Terus orang di customer center minta aku hold dulu. Gak tau berapa menit dia nelpon ke mana aja.

Terus dia bilang, kamu kan periksa di klinik dalam network Premier Edge. Setiap dapet prescription glasses (beli kacamata) ada garansi 12 bulan. Kalau prescription (ukuran minusnya) berubah dalam kurun waktu 12 bulan, boleh melakukan pemeriksaan lagi secara gratis.

Aku bilang, tadi aku telpon kliniknya dulu, loh. Orang dari klinik yang bilang kalau anakku gak bisa dapat eye exam yang dicover lagi. Gimana caraku jelasin ke kliniknya?

Ternyata dari CC Guardian Health nelpon ke klinik mata tempat anakku diperiksa. Jadi, mereka pastiin kalau anakku bisa dapat garansi ini juga. Yeay! Telpon dengan Guardian Health kututup, gak lama, dapat telpon dari klinik.

Dijelasin lagi hal serupa, ada garansi 12 bulan karena anakku beli kacamata di sana. Kalau ada perubahan, anakku bisa dapat pemeriksaan gratis lagi dan tidak mempengaruhi benefit tahun depan (jadi bukan authorization untuk dapat early treatment seperti yang dikatakan CC-nya VSP).

Anakku dapat jadwal pemeriksaan lagi minggu depan. Biayanya gratis, tanpa copay. Kalau memang ada perubahan resep kacamatanya, hanya yang minus atau plusnya nambah di atas 0.5 diopter (ukuran minus atau plusnya mata) yang di cover dengan copay $40. Kalau di bawah itu, aku harus bayar sendiri secara full. Ini pun cuma lensa kacanya yang di cover. Frame-nya enggak wkwkwk

Ya udah gak papa. Kayaknya memang harus cek mata aja dulu, baru nanti dipikirin lagi apakah harus beli kacamata baru. Garansi kayak gini hanya berlaku 1x dihitung dari tanggal pembelian kacamata.

Jadi, alurnya: 1) tes mata dulu (full eye exam) yang kalau belum dilakukan dalam 1 tahun siklus asuransi berarti gratis, 2) beli kacamata dan frame dalam 1 tahun siklus di cover sekitar $300an (biasanya aku nambah sekitar $100), 3) dalam waktu satu tahun ada perubahan di mata, pakai garansi pembelian kacamata untuk tes mata lagi. 

Kalau kejadian kayak gini terulang lagi, aku bisa langsung telpon Guardian Health bagian vision di (888)600-1600.

Ini baru urusan kacamata anakku. Belum lagi urusan kacamataku wkwkwk. Tahun ini aku baru ketahuan harus paka kacamata. 2 minggu setelah aku dapat kacamata, framenya patah somehow. Aku bawa ke klinik lagi buat nanya berapa harga benerinnya. Ternyata, ada garansi juga!

Selama 12 bulan sejak pembelian kacamata, ada garansi ganti frame dan lensa masing-masing 1x dengan copay masing-masing $20. Asyik ya. Ya iyalah, beli kacamataku aja aku ngeluarin uang $180 di luar yang sudah di cover asuransi.

Kalau si bapak kan sekarang pakainya lensa kontak. Setiap tahun, kami cuma bisa dapat 1 kacamata atau 6 bulan lensa kontak. Berarti yang lensa kontak gak ada garansi apa-apa, ya. Kan kalau kacamata masih ada garansi cek mata lagi kalau resepnya berubah. Ada garansi ganti frame sama lensa. Pantes aja pernah dibilangin, benefit lensa kontak paling kecil lho dibanding kacamata.

Pokoknya ini jadi pengalaman deh. Dua jam aku duduk telpon sana sini untuk memperjuangkan hakku XD

Ilma
Ibu rumah tangga yang kadang belajar hal baru, menulis, memasak, atau ngajar anak. Saat ini tinggal di Amerika Serikat.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar