Berbulan-bulan nulis cerita tentang trip ke Chicago, ternyata baru sampai cerita hari kedua! 😂😂 Hari Jumat, tanggal 28 November 2025, pagi-pagi rasanya masih ngantuk. Mata juga masih pedes dan sepet karena baru bisa tidur jam 1 malem. Mau gak mau jam 8:30 pagi udah harus siap-siap, soalnya janjian ketemu sama Prof. Haryadi (advisor suami waktu S3 dulu) di Chinatown. Jarak tempuhnya 40 menit padahal janjiannya jam 9 😅
Malam sebelumnya, sebelum pulang, Teh Gan-gan, istrinya Mas Roni, nyuruh aku bawa makanan yang masih tersisa. Ada ayam, jagung pipil, sama satu makanan lagi (aku lupa). Pas malem sampai di kamar hotel, aku baru nyadar kalau di kamar gak ada kulkas, microwave, tv, gak ada peralatan elektronik apapun! Pantesan cuma $50/malem. Akhirnya, aku bungkus makanan-makanan itu di dalam plastik, terus aku taroh luar pintu. Di luar suhunya di bawah 0°C, waktu itu.
Pas aku tidur, aku sampai mimpiin ada yang buang makanan itu karena dikira sampah yang ditaroh di luar. Pas pagi, aku cek, beneran udah gak ada dong ðŸ˜ðŸ˜ Ya udah lah, toh nanti juga bakalan makan. Cabut dari hotel, jam 9:40 am baru sampai di Imperial Chinatown Chicago. Sekitar 2 jam makan dan ngobrol, foto-foto, terus kami pergi ke kampus UChicago.
Suami lanjut ngobrol sama mahasiswa-mahasiswa Indonesia sampai jam 1 pm. Habis itu, kami udah gak punya rencana apapun. Beneran bingung mau ke mana. Jalan-jalan di luar juga dingiiin. Mana sekali keluar dari gedung, kami gak bakal bisa masuk lagi. Soalnya butuh kartu mahasiswa buat jadi access card (buka pintu gedung kampus). Akhirnya, kami duduk-duduk di sofa di dalam gedung John Crear Library (kantor suami dulu pas masih jadi mahasiswa S3).
Teman-teman yang dulu kami kenal sudah lulus semua. Sebagian pulang ke Indonesia, sebagian kerja di kota lain di US. Sedangkan mahasiswa-mahasiswa yang tadi ngobrol sama suami, mereka main ke downtown di suhu dingin beginiii! (Mon maap, meskipun pernah tinggal 5 tahun di Chicago, kami tetap kena weather shock menghadapi suhu di bawah 0 derajat celcius plus angin kencang)
Entah mengapa, sofa di dalam gedung seperti menyihir mata kami. Anak pertamaku tumbang duluan. Dia sudah berkelana jauh di alam mimpi. Suamiku lagi telponan sama temennya selama berjam-jam. Aku mulai mengatur posisi rebahan menyamping. Anak keduaku ikutan merebahkan badan di sofa panjang yang sama denganku. Praktis, kami berdua terlelap. Aduh, rasanya kayak nostalgia jaman kuliah. Biasa ketiduran di bangku kampus wkwkwk.
Seteah suami beres nelpon dan anak-anak bangun dari tidurnya yang damai, kami memutuskan meninggalkan gedung kampus sekitar jam setengah 4 sore. Naik mobil, kami berkeliling area sekitar kampus. Menuju E 60th St dan mendatangi apartemen lama kami di 6056 S Ingleside Ave. Lalu menuju E 55th St dan mendatangi apartemen pertama kami di 5460 S Harper Ave. Lagi-lagi terbawa nostalgia :')
Tidak hanya nostaliga ke apartemen lama, kami juga pergi ke masjid yang biasa kami kunjungi di sekitar E 47th St. Suami bahkan sampai kenal marbot-nya (orang yang menjaga masjid). Seorang lelaki African-American bertubuh tinggi. Namanya Michael. Kami sholat Maghrib berjamaah di sana. Aku duluan balik ke mobil setelah solat. Lumayan lama aku menunggu suami keluar dari masjid. Kukira dia sedang berbincang dengan Michael. Rupanya suami habis ngobrol sama marbot lain. Michael sudah pindah :')
Kami pun memutuskan balik ke hotel Red Roof Plus di Willowbrook. Aku berkendara sekitar 30 menitan. Kebetulan di samping hotel ada Target, supermarket segala ada. Pak suami beliin aku dress sama outer jaket gitu. Buat ke pengajian besok lusa, katanya. Aku beli buah, snack, sama roti sekalian. Habis itu ke McD sekitar situ terus balik ke hotel. Jam setengah 7 malam udah balik ke hotel dan langsung siap-siap tidur. Termasuk cepet loh, ini! Biasanya kalau kami lagi travel emang baru sampai hotel jam 10+.
Karena aku tidur lebih awal, jam 11 malem sempet kebangun. Dahiku nyut-nyutan, hidung agak mampet, dan tenggorokan agak sakit. Takut banget jadi sakit batpil hiks. Tapi emang pas di rumah Mas Roni aku makan popsicle sisanya anak-anak, terus pas makan sama Prof. Haryadi juga minum air es, sama minum minuman ber-es dari McD. Aku paksain tidur lagi sambil berdoa semoga gak jadi sakit!
Syukurlah, pas bangun pagi-pagi udah gak sakit kepala lagi. Hari ketiga di Chicago, Sabtu, 29 November 2025, kami disambut dengan winter storm. Feels like -10°C!



Posting Komentar
Posting Komentar