Mama Razin (Ilma Hidayati Purnomo)

Sosok Pembaca Setia Blog Razin is Me

Kalau ditanya, siapa yang suka baca tulisan di sini, aku bisa jawab setidaknya ada empat orang. Mbak Hamim, Eka, Nala, dan Rahmi. Tiga di antaranya teman kampus. Mereka kenal denganku secara fisik.

Nah, untuk tantangan ketiga ini, aku akan membuat rangkuman persona (atau gambaran orang) yang menjadi pembaca blog ini. Aku juga ingin menyasar target pembaca yang baru untuk blog ini. Yuk, lanjut.

Pembaca setia razinisme

1. Nama Persona

Nah, biar gampang, aku singkat aja dari keempat nama tadi, ya. Jadi aku namakan Mbak Heni sebagai nama yang mewakili persona pembacaku.

2. Visualisasi Mbak Heni

Ada dua hal yang sama secara fisik dari keempat pembaca setia yang aku tulis. Mereka menggunakan kerudung dan umumnya berbadan langsing. Yah, intinya berbadan ideal lah. Aku yakin mereka orang yang cukup menjaga kesehatan badan atau memang punya banyak kegiatan.

Tiga dari mereka menggunakan kacamata. Aku gak yakin Mbak Hamim pakai kacamata, tapi avatar-nya pakai kacamata. Ya sudah, Mbak Heni pakai kacamata juga.

Gaya berpakaiannya menggunakan kerudung yang tidak terlalu lebar, juga tidak terlalu sempit. Yah, yang menutupi dada. Pakaiannya pun tidak membentuk pola tubuh (alias gak ngetat). Aku gambarkan Mbak Heni menggunakan atasan dan rok. Hmm, lama-lama jadi mirip Nala, ya? Wkwk

3. Deskripsi Mbak Heni

Berdasarkan keempat orang tadi, aku bisa gambarkan secara detail soal Mbak Heni.

  • Usia: 28 tahun
  • Domisili: Kediri, Jawa Timur
  • Latar belakang pendidikan: Sarjana Teknik (bebas deh apa aja)
  • Pekerjaan: Pegawai BUMN
  • Status: Lajang
  • Gaya hidup: menengah. Makan siang di kantin kantor, jarang-jarang ke resto, tapi kalau diajak makan atau nonton bioskop rame-rame masih ayok. Bisa dibilang cukup hemat lah, tapi juga tau cara menghargai kerja keras diri sendiri. Mungkin pengeluaran perbulan Rp 2.000.000,-
  • Value atau prinsip yang dimiliki: pastinya memegang teguh ajaran Islam, being mediocre alias sedang-sedang saja lah. Gak mau jadi pribadi yang terlalu mencolok, gak mau ngerepotin orang lain, senang-senang boleh tapi gak kebablasan, suka hal yang terencana daripada yang spontan
  • Hobi: menulis, kadang cek medsos (tapi gak ketagihan), kadang main game di smartphone
  • Sosial media yang biasa digunakan: Instagram dan WhatsApp

4. Tujuan hidup Mbak Heni

Seperti yang aku bilang, aku kenal secara personal dengan Eka, Nala dan Rahmi. Aku kurang lebih tau apa tujuan hidup mereka meskipun berbeda satu sama lain. Mungkin aku cerita dikit soal latar belakang mereka ya.

Eka seingetku orang Jawa Barat. Dulu kuliah Teknik Penerbangan dan lanjut S2 di almamater yang sama. Menikah dengan Fakhru, teman kuliahnya dulu. Mereka punya seorang anak laki-laki, Syuja. Usianya 3 tahun dan didiagnosis ADHD. Saat ini Eka, suaminya dan anaknya tinggal di Baltimore, Maryland, USA karena Eka sedang menempuh S3 di sini.

Nala asalnya dari Kediri. Dulu kuliah Teknik Elektro bareng aku. Selama kuliah dia aktif di ekskul seni jawa dan himpunan. Dia lulus tepat waktu (gak kayak aku yang ngaret hehe). Saat ini masih lajang. Sekarang kerja di PT KAI Kediri.

Rahmi asalnya dari Padang. Sama kayak Nala, dulu kuliah bareng aku. Selama kuliah, kayaknya cuma aktif di himpunan jurusan. Lulus bareng aku. Sekarang kerja jadi PNS.

Baik Eka, Nala, maupun Rahmi cukup sering berbagi di media sosial. Eka berbagi tentang hal-hal menyangkut S3 nya. Rahmi mulai sering berbagi hasil karya Canva-nya di Instagram. Sedangkan Nala juga suka nulis di blog. 

Kalau Mbak Hamim, aku lupa sih kuliah jurusan apa dulunya. Tapi, tinggal di Surabaya kan sekarang? Wkwk. Dia aktif (banget) ngeblog, jago desain Canva, aktif di grup, keren deh pokoknya. (eh ini mestinya kasih backlink ke Mbak Hamim buat credit, ya? Hahaha)

Pada akhirnya aku menarik kesempulan bahwa mereka punya keinginan untuk berkarya. Memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya. Ingin menjadi pribadi terbaik versi dirinya. Duh, kangen kalian semua, jadi pingin ketemu secara langsung :')

Baiklah aku simpulkan dalam bentuk poin-poin.

  • Tujuan hidup: menjadi pribadi yang bermanfaat
  • Cita-cita: sukses dunia akhirat dan punya keluarga yang samawa
  • Makna sukses: meraih prestasi dengan kebahagiaan dan rasa tentram
  • Tantangan/masalah yang dihadapi dalam keseharian: rasa sungkan dengan teman, memendam perasaan tidak nyaman dengan teman, selalu berusaha menjadi teman terbaik untuk orang lain hingga kadang lupa dengan diri sendiri

5. Perilaku Mbak Heni

Mbak Heni ini kadang merasa gamang dengan cita-cita dan impiannya. Di satu sisi, dia merasa dirinya biasa-biasa saja, tidak ada yang spesial. Gambaran sukses yang dia inginkan kadang juga masih kabur atau hanya berupa tujuan sementara. Misal, untuk sementara tujuannya ingin bisa pergi ke luar negri. Setelah tercapai, lantas apa? Mbak Heni belum berpikir sejauh itu.

Yang membuat Mbak Heni khawatir selain karena masih menjomblo, adalah ada atau tidaknya teman yang setia menemani. Ia merasa selama ini berbuat banyak kepada temannya, tapi kok, sepertinya teman-teman Mbak Heni tidak terlalu berbuat banyak kepadanya? Kadang juga masalah pekerjaan membuat Mbak Heni khawatir. Apakah atasan akan puas dengan hasil kerjanya? Bagaimana kalau tidak dan posisi Mbak Heni terancam digeser?

Motivasi Mbak Heni sebetulnya datang dari aura positif lingkungannya. Selain dari dalam dirinya sendiri, kadang Mbak Heni butuh pengakuan dari luar. Dianggap sebagai teman yang peduli, dipuji oleh atasan. Hal-hal ini bisa membuat Mbak Heni merasa lebih termotivasi.

6. Obrolan Mbak Heni

Beberapa obrolan yang aku ingat dari teman-temanku saat kuliah akan aku rangkum di sini. 

"Eh, mbak, udah ngerjain tugas yang ini belum? Duh, ini gimana ya? Pusiing... " 

Untuk situasi sekarang, mungkin lebih relevan kalau yang dipusingin itu atasan yang kemauannya banyak. Atau kolega yang mulai keliatan sikut-sikutan padahal Mbak Heni mah anteng-anteng aja. 

"Duh tadi temen kena marah dosen. Serem banget. Aku yang takut!"

Kalau udah kerja, mungkin denger cerita temen yang dimarahin atasan. Hal ini memang bisa bikin ciut. Tapi kenyataannya hidup memang seperti ini. Kita dihadapkan dengan banyak orang dengan pribadi yang berbeda, kebutuhan yang berbeda, dan lain faktor. 

Wah kalau gini sih, lama-lama blogku isinya tulisan motivasi dan psikologi ya wkwk. 

"Ah aku ingin deh bisa tinggal di luar negri. Pingin tau cerita temen yang lagi di luar negri nih"

Nah ini dia yang aku tawarkan di blogku. Cerita-cerita tentang pengalamanku tinggal di luar negri hehe

Yak begitulah sekelumit kehidupan Mbak Heni. Semoga sehat selalu Mbak ❤️

Ilma Purnomo (Mama Razin)
Perempuan Indonesia yang saat ini tinggal di Chicago, USA, menemani suami kuliah doktoral. Seorang ibu rumah tangga yang disibukkan oleh dua putranya (Razin dan Zayn). Suka menulis dan belajar hal baru.

Related Posts

2 komentar

  1. Mba aku menemukan sosok yang mirip dengan deskripsi mba. Kebetulan namanya juga Heni :-D. Cuma dia bukan pegawai bumn hahaha, dan teman saya ini dulu waktu ngerjain disertasi juga curhat tentang pembimbingnya yang galak hahahahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah hahaha beneran ada orangnya sampai persis namanya 😂

      Hapus

Posting Komentar