Mama Razin (Ilma Hidayati Purnomo)

Bikin Melow, Bicara Personal Branding

Blog razinisme lagi kacau teman-teman. Gara-gara aku tambahin menu sitemap sama beberapa menu dropdown, eh malah kalau buat postingan tulisannya jadi tumpuk-tumpuk. Pingin ngedit lagi, takutnya emang blogger lagi error, ngedit lagi malah ilang website nya kan bikin nangis berhari-hari. Sama kayak bikin tulisan tentang personal branding ini, bikin melow. 

Sebelum masuk ke personal branding tentangku, aku bahas dulu apa itu personal branding dan bagaimana membentuknya. 

Apa itu Personal Branding? 

Menurut Bunda Dina dalam Personal Branding for Blogger, personal branding terkait dengan diri sendiri, image, nilai diri, ciri khas, promosi, dan nilai jual.

Sedangkan dalam tulisan Mbak Yunnie yang berjudul Personal Branding Blogger : Kenali Dirimu, Lejitkan Potensimu!, personal branding berkaitan dengan cara kita memperkenalkan diri ke publik. Secara sederhana, personal branding adalah cara seseorang untuk mengembangkan potensi diri (skill), perilaku (behaviour), dan memahami nilai unggul (value) yang sudah ada dan/atau ingin dicapai.

Kenapa personal branding ini penting? Singkatnya untuk menjadikan diri ini pribadi yang lebih bermanfaat dan lebih baik dari hari kemarin.

Cara Membetuk Personal Branding

Dalam postingan Mbak Palupi tentang Ngomongin Personal Branding, menurut Parenthood Psychologist, Yuhaida Noor, ada enam langkah untuk membangun personal branding yaitu mengenali diri sendiri, menentukan positioning differentiation brand, memberikan bukti, mengoptimalkan media sosial, melakukan kolaborasi dan evaluasi.

Sedangkan menurut Mbak Marita Ningtyas dalam Saatnya Temukan Personal Bandingmu yang ditulis oleh Mbak Dea, personal branding terkait dengan perkembangan diri. Bahwa diri ini harus bertumbuh tapi tidak sekedar bertumbuh melainkan kita memfokuskan diri pada kekuatan dan bijaksana terhadap kekurangan diri. Bisa menerima diri sendiri dan menggunakan kekuatan dalam diri untuk memberi manfaat seluas-luasnya. Widih, dalem banget.

Perjalananku Membentuk Personal Branding

Di bagian ini aku bakal curhat bebas aja ya. Haha. Udah lama gak buat postingan curhat bebas yang sangat tidak terstruktur.

Ilma hidayati purnomo

Aku sebenernya orangnya merasa gak jago pencitraan tapi kenyataannya aku hidup dengan topeng. Jadi aku aslinya orangnya rame, suka senang-senang, dan kadang ga terduga. Misal lagi curhat ya pinginnya nyablak, kalau lagi marah ya maunya lempar barang atau agak memaki, kalau lagi ngegosip ya digosok terus sampai tuntas wakakak

Tapii kenyataannya sebagian besar orang yang kenal aku semasa sekolah sampai kuliah justru menilai aku orang yang anggun, kalem, pendiem, bisa diandalkan, bijak ya gitu-gitulah. Sampai suamiku dulu pas masih pdkt juga ngeliat aku kayak gitu. Makanya pas awal-awal nikah justru sering terlibat konflik karena meras belum bener-bener mengenal paribadi aku.

Nah, selama sekolah, pas SD, SMP, sampai SMA kelas satu, aku emang cukup sering berada di peringkat 10 besar kelas. Waktu SMA kelas satu, aku memang mengakui dengan gamblang bahwa aku ingin jadi siswa yang pintar supaya punya teman. Soalnya aku emang socially awkward gitu orangnya, susah bersosialiasi entah kenapa.

Maka dari itu, aku berusaha keras supaya menonjol di bidang akademik. Mulai dari belajar yang giat, berusaha aktif di kelas dan berusaha tampil beda. Terutama nih kalau misalnya ada tugas pementasan drama. Aku biasanya ngambil peran yang paling aneh, entah jadi dukun, jadi pangeran (padahal aku cewek), atau pernah jadi perempuan "nakal" dan aku berusaha tampil sangat berani dan ekspresif. Kebayang kan aku harus memutus urat malu kayak gimana? Biasanya diem dan kalem, tau-tau harus berani godain temenku yang cowok dan ditonton orang sekelas.

Aku pun termasuk orang yang ringan tangan. Ada yang minta tolong, gercep aku bantuin. Minta ajarin pelajaran, aku gak sungkan ajarin. Bahkan minta contekan PR juga kukasih. Kecuali ulangan, aku galak, gak mau ngasih contekan. Aku pernah masuk nominasi teman terbaik di kelas waktu SMP, bersaing sama temen sebangkuku yang ternyata hasil vote-nya 50-50 sama sebangkuku wkwk. Pokoknya aku mau jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Dimanfaatkan pun gapapa. 

Itu semua aku lakuin tanpa sadar karena aku merasa butuh personal branding ini, supaya temen-temenku inget sama aku. Walaupun sekarang, mereka kayaknya udah lupa sama aku (hiks sedih). Soalnya ternyata personal brandingku ya, kurang kuat. Aku mungkin belum menyentuh perasaan mereka lebih dalam atau belum membuat memori tak terlupakan bagi teman-temanku. Tuh kah, nulis ini mulai melow :'(

Sayangnya, personal branding yang pernah aku buat itu lenyap begitu aja pas aku naik kelas 2 SMA. Maklumlah, pubertas menyerang ditambah aku merasa kehilangan figur ayah. Papa ku ada, kok, tapi beliau lagi sibuk banget sama kerjaannya waktu itu. Sering banget ke luar kota. Jadi yah, ada kenakalan remaja dikit yang aku lakukan. Penyesalannya masih berasa sampai sekarang karena sejak saat itu aku jadi males belajar sampai selesai kuliah. Bener-bener deh, Ya Allah, nyesel banget :(

Nah untuk sekarang sebagai seorang bloger (ecie, malu banget aku nyebut diri sendiri bloger. Isi blog masih kurang banyak faedahnya wkwk), aku ingin orang mengenalku karena tulisanku yang bagus dan bermanfaat. Jadi inget, dulu pas SMP juga temen-temen muji aku karena tulisan tanganku bagus, rapi, kayak foto kopian. Juga tulisanku (maksudnya kalau aku bikin cerita atau pidato) bagus. Jaman itu aku udah dikasih tugas buat diary bahasa Inggris dan aku selalu nulis berhalaman-halaman. What a good old time :')

Sebenernya aku juga punya satu harapan dalam personal brandingku. Aku ingin punya penghasilan sendiri supaya aku bisa berbagi sepuasnya. Kalau minta suami kan perlu izin. Saat ini, rekening bank Indonesiaku udah hangus karena gak pernah diisi. Terus kalau mau kirim uang ke Indonesia, biaya kirimnya gede. Aku jadi makin sungkan kalau mau minta suami buat sesuatu. Jadi ya, kalau aku bisa punya penghasilan sendiri dalam bentuk rupiah, mungkin aku bisa minta adikku kelola dan aku bagi ke orang-orang yang membutuhkan atau untuk membahagiakan temen-temen. Hmm, mudah-mudahan bisa kesampaian.

Curhatannya segini aja deh. Btw, seandainya ada yang minta kartu namaku sebagai seorang bloger, aku pingin ngasih kartu nama kayak gini hehe

Ilma hidayati purnomo

Ilma hidayati Purnomo


Ilma Purnomo (Mama Razin)
Perempuan Indonesia yang saat ini tinggal di Chicago, USA, menemani suami kuliah doktoral. Seorang ibu rumah tangga yang disibukkan oleh dua putranya (Razin dan Zayn). Suka menulis dan belajar hal baru.

Related Posts

Posting Komentar