Mama Razin (Ilma Hidayati Purnomo)

Kenalan sama Marita Ningtyas

Hai, sobat Mamz! Sekarang udah pake panggilan cantik lah, ya. Mamz itu singkatan Mama Razin. Soalnya kalau Mamr susah nyebutnya. Wkwk

Kali ini Mama Razin mau mengulas seorang bloger yang juga coach-ku tersayang, Marita Ningtyas. Sebuah kehormatan bisa ngobrolin panjang lebar tentang beliau meskipun ini adalah salah satu tugas Blogspedia Cocahing Batch 2. Soalnya, coaching ini keren banget. Sekalipun ada sistem eliminasi dengan deadline tugas yang ketat, nyatanya, cuma pernah sekali doang ada yang ke-kick. Berarti coach-nya jagoo banget bikin membernya betah dan semangat terus ngikutin materinya.

Okay, saatnya cerita tentang Mbak Marita Ningtyas. Mbak Marita lahir di Semarang, 16 Maret 1985. Nama lengkapnya adalah Marita Surya Ningtyas. Beliau biasa disapa Marita atau Ririt tapi lebih suka menggunakan nama Marita Ningtyas sebagai nama pena.

Mbak Marita menikah dengan Martin Eko Setiawan tepat di usia ke-23. Mereka dikaruniai dua orang anak, Mayda Hanifa Setianingtyas dan Muhammad Rafanda Setiawan. Kini Mbak Marita berdomisili di Semarang Bersama keluarga kecilnya, meskipun pernah merasakan tinggal di kota Salatiga selama 16 tahun lamanya.
Keluarga bloger Marita Ningtyas
Avatar keluarga Marita Ningtyas. Sumber: Instagram @maritaningtyas

Mbak Marita yang Mama Razin kenal saat ini sangat aktif dalam dunia blogging. Sebut saja tiga blog besutan tangan dingin Mbak Marita: Blogspedia, Rumah Kita, dan Marita’s Palace. Beliau juga aktif dalam segudang aktifitas berkomunitas diantaranya komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang dan Komunitas Blogger Gandjel Rel. Tapi siapa sangka, di balik sosoknya yang penuh semangat dan penuh aura positif, Mbak Marita adalah perempuan yang tegar dalam menghadapi masa lalu.

Masa Lalu Penuh Lika-Liku

Waktu Mama Razin coba kepo akun Facebook Mbak Marita, secara gak sengaja menemukan nama anggota keluarga Mbak Marita yang hampir persis. Namanya Marisa Surya Ningtyas. Hayo, hal apa yang langsung terbesit di pikiran sobat Mamz? Apakah Mbak Marita terlahir dengan saudara kembar?

Ternyata bukan. Beliau adalah almarhumah saudara kandung Mbak Marita yang terpaut jarak 10 tahun lebih muda. Dan betul, beliau sudah mendahului kita semua di usianya yang masih belia, usia 18 tahun karena peyakit jantung bawaan. Mbak Marita kini putri satu-satunya meskipun seandainya semua saudara kandungnya hidup, mungkin Mbak Marita akan memiliki keluarga besar.

Ibunda Mbak Marita pernah hamil dan melahirkan sebanyak delapan kali, di antaranya ada dua pasang anak kembar laki-laki. Akan tetapi hanya Mbak Marita dan almarhumah saudarinya yang hidup hingga dewasa. Mama Razin belum bisa membayangkan, betapa tegar hati ibunda Mbak Marita menghadapi cobaan seperti ini.

Bagi sobat Mamz yang pernah keguguran atau mengalami still birth pasti merasakan pedihnya kehilangan anak yang diidam-idamkan kehadirannya. Orang bilang, itulah sebabnya tidak ada sebutan bagi ibu yang kehilangan anaknya, tidak ada istilah semacam yatim atau piatu, karena tidak ada yang bisa menggambarkan betapa perih rasanya. Kita doakan semoga ibunda Mbak Marita dihapuskan dosa-dosanya, ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, dan bisa berkumpul dengan anak-anaknya di surga-Nya kelak. Aamiin

Mbak Marita pun bercerita bahwa ibunda beliau terkena stroke Ketika Mbak Marita duduk di tingkat SMP. Ibundanya pun memutuskan untuk pensiun dini dari pekerjaannya sebagai guru SD. Saat itu, ibunda Mbak Marita merelakan ayahandanya untuk menikah kembali.

Sejak saat itu, Mbak Marita hidup dengan perang batin dan masih berproses untuk berdamai dengan masa lalunya. Buat sobat Mamz yang penasaran gimana proses Mbak Marita menerima apapun yang terjadi di masa kecilnya, boleh baca tulisan beliau di sini.

Masa Kecil Memberi Tempaan

Apapun yang terjadi di masa kecil kita tentu akan memberi dampak ketika kita beranjak dewasa. Bagi Mbak Marita, ayahandanya memiliki dua sosok yang berbeda di matanya. Sosok yang dikagumi sekaligus sosok yang pernah dibenci.

Ayahanda Mbak Marita bekerja sebagai supir bus. Beliau sempat mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP. Namun, beliau adalah sosok yang sangat suka belajar. Kegiatan yang disukainya adalah membaca buku dan mengisi teka-teki silang (TTS).

Mbak Marita yang sekarang punya segudang aktifitas dan juga fokus mengurus kelurga kecilnya ternyata belajar cara mengelola waktu dari sang ayahanda. Mbak Marita akui ayahandanya adalah seorang pekerja keras, disiplin soal waktu, dan pintar mengelola keuangan.

Seperti yang Mama Razin udah singgung di bagian sebelumnya, alasan yang membuat Mbak Marita pernah memandang ayahandanya sebagai sosok yang beliau benci karena keputusannya untuk menikah kembali. Sebab inilah Mbak Marita memilih pindah ke Semarang dan tinggal Bersama Eyangnya ketika Mbak Marita akan kuliah. Sebelumnya, Mbak Marita tinggal di Salatiga bersama orangtuanya selama 16 tahun.

Apapun yang terjadi di masa lalu kita bersama orang tua, kita tetap harus berusaha mendoakan yang terbaik untuk mereka. Begitu pula yang dilakukan Mbak Marita saat ini. Beliau berusaha merelakan apa yang terjadi di masa lalu dan berdamai dengannya, karena life must go on. Kita doakan semoga ayahanda Mbak Marita diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Latar Belakang Pendidikan

Mbak Marita mengenyam pendidikan sejak kecil hingga tingkat SMA di Salatiga kemudian memutuskan untuk kuliah di Semarang karena biaya kuliah yang lebih terjangkau, ingin memperluas pertemanan, dan alasan yang udah Mama Razin sebutkan di atas, memilih tinggal bersama Eyangnya ketimbang dengan ayahanda dan keluarga barunya.

Mbak Marita kuliah di Sastra Inggris di Universitas Dian Nuswantoro. Alasan beliau memilih jurusan ini karena bahasa Inggris adalah mata pelajaran favorit dan menjadi mata pelajaran dengan nilai paling bagus di rapot. Kecintaan Mbak Marita dengan bahasa Inggris dimulai ketika melihat prestige yang dimiliki apabila bisa berbicara bahasa Inggris dengan lancar. Ditambah dengan takdir yang mempertemukannya dengan guru les bahasa Inggris yang mampu menumbuhsuburkan kecintaan Mbak Marita dengan mata pelajaran itu.

Selama menjalani masa perkuliahan, Mbak Marita mengaku sangat menikmatinya. Bahkan terlalu menikmati hingga sesekali mangkir dari perkuliahan dan aktif menekuni kegiatan teater. Meskipun begitu Mbak Marita mampu menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu dan nilai IPK yang memuaskan.

Kegiatan yang dilakoni Mbak Marita selama masa kuliah selain menjalani perkuliahan adalah memberikan kursus bahasa Inggris bagi anak-anak. Semua bermula ketika ibu pacar Mbak Marita (sekarang suami) memintanya untuk mengajari cucu ponakannya. Sejak saat itu Mbak Marita dikenalkan dengan anak-anak lainnya dan mulai mendapat banyak murid les. Dari pendapatan memberi kursus itulah Mbak Marita mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya, sehingga tidak perlu meminta uang saku dari orang tuanya.

Selama kuliah pernah beberapa kali ikut lomba karya ilmiah, meskipun karena paksaan dekannya. Dibantu oleh sang pacar, Mbak Marita pernah memenangkannya hingga mendapat beasiswa SPP beberapa kali. Keren banget ya, sobat Mamz. Mbak Marita ternyata sudah mandiri secara finansial sejak kuliah.

Pengalaman Bekerja

Sebelum lulus kuliah, Mbak Marita sudah mulai bekerja di Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris sambal bekerja sebagai guru honorer di SD tempat tantenya bekerja. Ternyata mengajar bukanlah passion Mbak Marita hingga akhirnya beliau mencoba menjadi translator di sebuah perusahaan mebel. Karena bukan takdirnya kerja di sana, setelah tiga bulan, Mbak Marita memutuskan untuk keluar.

Mbak Marita sempat menjadi dosen freelance di kampus tempatnya mengenyam pendidikan dulu. Kemudian bekerja di LPIA sebagai pengajar juga pernah bekerja sebagai koordinator akademik. Kemudian Mbak Marita memilih resign karena lahirnya anak pertama dan nggak ada yang ngasuh. Pada zaman itu, daycare belum se-booming sekarang sobat Mamz.

Tapi, setelah resign Mbak Marita akui justru merasa lebih terbuka pandangannya soal pekerjaan. Beliau mulai mengenal pekerjaan content writer kemudian mulai ikut proyek antologi hingga kini fokus di dunia blogging.

Kegiatan Saat Ini

Seperti yang udah Mama Rzin singgung sebelumnya, Mbak Marita kini fokus mengurus ketiga blognya. Beliau juga aktif di komunitas parenting.

Ternyata Mbak Marita ini bekerja sama dan didukung oleh suami dalam setiap kegiatannya. Seperti pembagian waktu kapan anak-anak diasuh suami saat Mbak Marita harus kerja atau berkegiatan di luar rumah. Mbak Marita akui suaminya juga bukan orang yang sulit dimintai izin yang penting Mbak Marita bahagia dan jangan pulang kemalaman. 

Bloger Profesional 

Mama Razin bilang Mbak Marita ini udah di taraf bloger profesional. Gimana ngga, sekarang udah mengelola tiga blog yang semuanya aktif di update. Berbagai topik tulisan ada di ketiga blog tersebut. Main-mainlah ke sana ya, sobat Mamz! 

Okay, segini dulu cerita tentang Mbak Marita nya. Kalau pingin kenal langsung, cuss intip medsosnya aja. 
Ilma Purnomo (Mama Razin)
Perempuan Indonesia yang saat ini tinggal di Chicago, USA, menemani suami kuliah doktoral. Seorang ibu rumah tangga yang disibukkan oleh dua putranya (Razin dan Zayn). Suka menulis dan belajar hal baru.

Related Posts

11 komentar

  1. Dibalik sosok coach Marita ada kisah pilu yang membuat perjalanan hidupnya lebih berwarna. Terima kasih sudah menyampaikan kisah coach Marita ya kak Ilma. Sangat menginspirasi 👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ternyata Mba Marita orang yg sangat tegar, masyaAllah :') Sama-samaa Mbaak

      Hapus
  2. Masya Allah perjuangan Kak Marita :'). Terima kasih telah mengulas dengan apik, Kak Ilma.. Menjadi poin semangat tersendiri untuk menghadapi kehidupan :')
    Sukses untuk Kak Ilma :D

    BalasHapus
  3. Coach Marita ternyata tegar sekali. Speechless. Kisahnya ups and downs bgt. Ulasan ini menginspirasi mbak :') semoga kalian berdua selalu sehat dan bahagia.

    BalasHapus
  4. Banyak² bersyukur jadinya, membaca secuil kisah perjalanan Marita kecil hingga tumbuh tegar smpai sekrg....

    BalasHapus
  5. Masya Allah..

    Luarbiasa sekali mbak Ilma. Aku ikut terhanyut membaca perjalanan hidup Mbak Marita.

    Tampaklah dari bagaimana beliau memandang konflik ternyata likaliku hidupnya yang banyak membuatnya belajar sejauh ini.

    Duh pengen peluk.. online aja dulu ya.

    Duh ini Pak Martin kok plek sama prinsip suami.
    "Asal kamu bahagia Hon," hahahaha.
    Tiap kali aku minta ijin ngapain gitu. Termasuk ijin g masak hahhaa duh istri macam apa ini.


    Ada sedikit kemiripan kami dala. Berumah tangga efek sesama punya suami berlatarbelakang informatika hahHa.


    Sukses terus ya mamz .. lucu panggillannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Mba. Mba Marita selalu tampak dewasa menghadapi situasi apapun.

      Haha itu bentuk cintanya suami ya,Mbak ;)

      Sama,Mbak. Suamiku juga lulusan informatika. Toss

      Sukses terus buat Mbak juga :D

      Hapus
  6. Duh, baca tulisannya mbak Ilma, jiwa menulis cerpenku bergelora...
    Makasih mbak... Coach Marita menginspirasi ya...

    BalasHapus

Posting Komentar